"CARE BLOG INFORMATION"

'silahkan kirimkan karya anda ke himipur@gmail.com' bisa berbentuk cerpen,puisi,kritik,opini,atau pun motivasi dan pandangan" (Litbang HIMIP)

Layanan Diskusi/OPini

Kamis, 08 Desember 2011

PERINGATAN ANTI KORUPSI

Pendahuluan
http://policy.paramadina.ac.id/v2/wp-content/uploads/2011/09/Art1.jpgKorupsi dalam sejarah manusia bukanlah hal baru. Ia lahir berbarengan dengan umur manusia itu sendiri. Ketika manusia mulai hidup bermasyarakat, di sanalah awal mula terjadinya korupsi. Penguasaan atas suatu wilayah dan sumber daya alam oleh segelintir kalangan mendorong manusia untuk saling berebut dan menguasai. Berbagai taktik dan strategi pun dilaksanakan. Perebutan manusia atas sumber daya alam dan politik inilah awal mula terjadinya ketidakadilan. Padahal kebutuhan untuk bertahan hidup kian menanjak, tapi kesempatan untuk memenuhinya semakin terbatas. Sejak saat itu moralitas dikesampingkan. Orientasi hidup yang mengarah pada keadilan berubah menjadi kehidupan saling menguasai dan mengekploitasi. Di dalam sejarah, kita dapat menemukan banyak catatan yang terkait dengan kondisi tersebut.
Di India korupsi sudah menjadi permasalahan serius sejak 2300 tahun yang lalu, hal ini terbukti dengan adanya tulisan seorang perdana menteri Chandragupta tentang 40 cara untuk mencuri kekayaan negara.[1] Kerajaan China, pada ribuan tahun yang lalu telah menerapkan kebijakan yang disebut Yang-lien yaitu hadiah untuk pejabat negara yang bersih, sebagai insentif untuk menekan korupsi. Tujuh abad silam, Dante menyebutkan bahwa para koruptor akan tinggal di kerak neraka dan Shakespeare mengangkat tema-tema korupsi dalam berbagai karyanya.[2] Pada abad ke-14 Abdul Rahman berpendapat bahwa akar korupsi adalah keinginan hidup bermewah-mewah dikalangan elit pemegang kekuasaan, sehingga mereka menghalalkan berbagai cara untuk membiayai gaya hidup mereka. [3] Plato dalam bukunya The Laws menyatakan bahwa“The servants of the nations are to render their services without any taking of presents…..To form your judgment and then abide by it is no easy task, and “tis a man”s surest course to give loyal obedience to the law which commands, “Do no service for a present”.”[4]
Di Indonesia, korupsi mulai terjadi sejak jaman kerajaan. Bahkan VOC bangkrut pada awal abad 20 akibat korupsi yang merajalela di tubuhnya. Setelah proklamasi kemerdekaan, banyak petinggi  Belanda yang kembali ke tanah airnya, posisi kosong mereka kemudian  diisi oleh kaum pribumi pegawai pemerintah Hindia Belanda (ambtenaar) yang tumbuh dan berkembang di lingkungan  korup. Kultur korupsi tersebut berlanjut hingga   masa pemerintah Orde Lama. Di awal pemerintahan Orde Baru, Presiden Soeharto melakukan berbagai upaya untuk memberantas korupsi. Terlepas dari upaya tersebut, Presiden Soeharto tumbang karena isu korupsi. Perjalanan panjang korupsi telah membuat berbagai kalangan pesimis akan prospek pemberantasan korupsi, baik di Indonesia maupun  di berbagai belahan dunia.
Dalam dua dekade terakhir, dunia mulai memandang korupsi sebagai isu penting.  Berbagai inisiatif untuk memerangi korupsi dilakukan mulai dari  tingkat nasional, regional hingga level internasional. Pandangan bahwa korupsi mendorong pertumbuhan ekonomi mulai ditinggalkan banyak kalangan. Korupsi dipandang bukan hanya sebagai permasalahan moral semata, tetapi sebagai permasalahan multidimensional (politik, ekonomi, social dan budaya).Perubahan cara pandang dan pendekatan terhadap korupsi, yang diikuti dengan menjamurnya kerjasama antar bangsa dalam isu ini menyemai optimisme bahwa perang melawan korupsi adalah perang yang bisa kita menangkan.

Selasa, 06 Desember 2011

Karya Anak Bangsa di "TribunNews Pekanbaru"

"pena adalah pedang masa kini ,dan sangat tajam dibanding demonstrasi " 
itulah yang dikatakan oleh penulis puisi yang dimuat di tribun News pekanbaru ini, 
beliau adalah "kakanda Wiriyanto Aswir" yang selalu membuat penanya menari-nari di secarik kertas, atau jemari tangannya yang asik menggelitik keybord laptop,
Dengan bangga beliau mempersembahkan sebuah puisi yang akan menginspirasi pembaca sekalian
 

Bila Hujan dan malam tak lagi bersamaku

Malam tak lagi bisa dipercaya..
Kemarin senja pun tak lagi dapat bergantung
Lanun demi lanun di negeri ku ini bersayap patah
Saat rakyat jelata menjilati nanah nanah seantero kotorannya
Manusia
Hewan cerdas ciptaan Nya yang sempurna
Kini semakin banyak berbuat Punah seperti kaum terdahulu
Ulama Islam,Pendeta Nasrani dan Rabi yahudi bercarut marut
Tindih menindih ,.
Tetatih tatap zaman yang teropname kan oleh laknat berwajah Setan
Nmun indah berkulit permata..
Malam tak lagi bisa kupercaya..
Mungkinkah bidadari dunia yang elaborasi fatamorga alm mimpiku
Saat senyumku tersungging mengenangnya
Tak ubahnya seperti pramuria di Arengka sana
Ia sudah berkilah dri takdirnya
Atau bahkan aku yang tak mampu baca Artikel tubuh nya
Isyarartkan ia tak se suci Sarah nya Ibrahim..
Tak seindah Hawanya Adam
Semua tertanah..
Saat rintik hujan tak lagi bersamaku
Sunyi senyap perlahan temaniku
Pemikiran yang Hasilkan Impian ini
Harus segera kukuliti secara perlahan,lalu kuncingcang dengan garis tangis dalam sepi yang mencuat..
Mercusuar keberangkatan ku kepelabuhan terakhir harus menjadi atap..
Zaman memiliki tokoh centra
Pemeran antagonis dan Protagonis akan selalu ada
Aku ingin mengirimkan SMS kepada Tuhan dan tanyakan tigas para malaikat..ingin kuubah tugas dan memorandum para malaikat
Ketidak adilan
Aku ingin kan Malaikat,dan Gabriel segera mengutus Ulama yang bergerak tanpa kepentingannya..
Tuhan turunkanlah Pemimpin para nabi,,
Bukan pelaIblis Berkilah yang bertopeng diantara Tunas muda yang akan kau semai
Atau turunkan Azab kala Nabi Loth...
Biar malam tak lagi sepikan ku
Dan Rintik hujan kembali berpihak padaku
Yang berlabuh ke kedamaianya
hidup adalah tiket menuju kematian
untuk apa takut hadapinya
Engkau gadis bermata jeli..
nantipun kau akan jadi tua renta
haha
manisku
tak sadarkah kau bahwa paramu hanya Bualan di senjaku
namun aku butuh kehadiranmu untuk teman bagiku jemput tiket ke keabadian
matilah bila itu yang kau inginkan
namun berjuanglah perbaiki bakteriofage dalam setiap patri dari kalamullah
sudahlah.(*)

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes
Blogger